Ulat hongkong (bahasa Inggris: mealworm) adalah wujud larva dari kumbang Tenebrio molitor, sebuah spesies kumbang gelap. Kumbang dari ulat ini hidup di iklim hangat dengan kelembapan tinggi. Larva besar ini dipelihara untuk dijadikan umpan pancing dan pakan ternak.
Ulat hongkong bukan cacing. Ini dibuktikan dari bentuk Ulat hongkong yang memiliki enam kaki kecil. Ini dapat ditandai adanya bertunas dari dada hingga di bawah kepala. Hal lain yang membedakan ulat hongkong dengan cacing adalah adanya kerangka luar atau eksoskeleton. Eksoskeleton adalah jenis kerangka yang membungkus tubuh yang terbuat dari kitin.
Pada ulat hongkong segar, terkandung 20% protein, 13% lemak, 2% serat, and 62% KA. Adapun jika dalam kondisi kering, mengandung 53% protein, 28% lemak, 6% serat, and 5% KA;47,2-60,3% protein, 31,1-43,1% lemak, 7,4-15% serat, 1-4,5% abu. Asam lemak utama yang terdapat pada ulat hongkong yakni linolenic acid (19.7%), palmitic acid (17.6%), linoleic acid (16.3%), and stearic acid (11.4%).
Ulat hongkong sangat bagus sebagai sumber protein pakan ikan dan hewan peliharaan, dapat menggantikan tepung ikan pada pakan anak ikan, dan autorisasi untuk pakan ikan. Penelitian lain juga menunjukkan, ulat hongkong dapat diberikan sebagai pakan ayam, dan tidak ada dampak negatif. Penggantian sampai dengan 50% tepung ikan pada pakan tidak menurunkan performa ikan.
Makanan ulat hongkong terbilang sederhana dan mudah didapat. Pada dasarnya, ulat hongkong adalah hewan omnivora yang dapat memakan segala jenis makanan. Perlu diketahui bahwa makanan ulat hongkong harus jauh dari kontaminasi insektisida atau polutan lainnya. Pasalnya, hal tersebut akan mempengaruhi pertumbuhan ulat hongkong. Ulat hongkong merupakan jenis serangga pengurai yang berbentuk larva. Tahapan kehidupannya juga sederhana dimulai dari telur, larva, pupa dan dewasa.
Ulat hongkong sering dibudidayakan untuk dijadikan sebagai pakan burung, ikan, hingga kadal. Di beberapa negara seperti Uni Eropa, ulat hongkong menjadi salah satu jenis serangga yang dapat dimakan karena memiliki banyak kandungan protein.






