Ulat Hongkong telah dibudidaya di Indonesia untuk pakan alami hewan peliharaan sejak lama. seperti pakan ikan hias dan pakan burung kicauan. Di luar negeri, ulat Hongkong digunakan sebagai pakan hewan peliharaan. Namun, dianggap sebagai salah satu makanan manusia yang paling kaya protein.
Burung kicauan pemakan serangga seperti kenari, kacer, jalak bali, jalak putih, murai, cucak hijau, pleci, beo, dan banyak lagi masih memakan ulat hongkong. Tubuh burung akan mendapatkan banyak manfaat dari ulat ini. Ulat hongkong dapat meningkatkan stamina burung.
Manfaat Ulat Hongkong untuk burung kicauan :
- Sebagai pakan selingan (extra fooding). Pakan diberikan pada burung kicauan untuk menghindari burung dari kebosanan mengonsumsi jenis pakan tertentu.
- Pakan pendongkrak energi atau stamina bagi burung kicau. Utamanya pemberian ulat hongkong difokuskan pada burung kicauan yang akan mengikuti kontes.
- Kebanyakan orang percaya pemberian ulat hongkong pada burung dapat meningkatkan birahi burung. Sehingga burung kicauan dapat “manggung” atau berkicau dengan rajin dan maksimal (gacor).
- Sebagai penambah kemampuan produktivitas dan meningkatkan hasrat kawin indukan.
Ulat Hongkong sangat baik untuk burung. Namun efeknya terlalu panas. Jadi, jika diberi terlalu sering bisa menyebabkan berbagai masalah. Di antaranya, burung bisa menjadi lebih galak, terlalu birahi, rontok bulu, gemuk dan katarak. Bahkan, jika diberikan dalam keadaan hidup dapat mengganggu sistem pencernaan.
Untuk meminimalisir efek Ulat Hongkong, berikan wortel pada ulat itu. Caranya, anda bisa belah wortel sampai menjadi dua bagian. Setelah itu letakkan pada wadah Ulat Hongkong. Wortel di sini diberikan karena bersifat dingin. Dan ini mungkin dipengaruhi oleh kandungan vitamin A yang sangat tinggi pada wortel.
Jadi, untuk anda yang ingin burung kicauannya tampil lebih bagus dan prima, tidak ada salahnya sesekali memberikan ulat hongkong sebagai pakannya.






